OOP Python: Konsep Enkapsulasi
1 tahun yang lalu
public class PrimeDP { int primes[]; public boolean isPrime(int x) { if(x<2) return false; for(int k=0;k < primes.length && primes[k]*primes[k] <= x;k++) if(x%primes[k]==0) return false; return true; } public int getPrime(int index) { return primes[index]; } public PrimeDP(int n) { primes = new int[n]; primes[0] = 2; primes[1] = 3; for(int k=2,i=6;k < n;i+=6) { if(isPrime(i-1)) primes[k++]=i-1; if(k < n && isPrime(i+1)) primes[k++]=i+1; } } public static void main(String []args) { long a = System.currentTimeMillis(); int n = 200000; PrimeDP p = new PrimeDP(n); long b = System.currentTimeMillis(); System.out.println("time = " + (b-a) + " ms."); } }
Sobat Blogger, tahu gak kalo dari lima tahun belakangan ini negara kita sedang digencarkan yang bertemakan “open” (bukan “oven” ya, hehe). Eitss, jangan salah paham dulu dari makna open ini. Open yang dimaksud tentunya berkaitan dengan kondisi perkembangan Teknologi Informasi di tanah air kita. Contohnya open source (source code yang terbuka bagi umum, bisa diutak-atik lah, ga sekedar pake doank), open content (semua informasi bermutu yang disebarkan ke siapapun), openCRM (perangkat lunak untuk kelola data pelanggan, CRM singkatan dari Customer Relationship Management), open office (perangkat lunak untuk aplikasi kantor yang bersifat free), bahkan ada juga open courseware (materi perkuliahan dari MIT yang dapat diakses dan dipelajari siapapun). Hmm, ternyata banyak juga ya istilah “open” itu di dunia Teknologi Informasi.

n | S | A | B | C | D | E | F | G |
h(n) | 40 | 35 | 28 | 36 | 18 | 33 | 37 | 0 |